Baca Juga
Peduli
terhadap sesama kaum Muslim memang sangat dibutuhkan, yang dapat mempersatukan
Ummat Islam InsyaAllah. Sangat mudah sekali untuk merealisasikan rasa
kepedulian tersebut. Hanya ada 6 poin. Ya, 6 (E-N-A-M)! Sedikit sekali bukan.
Sedang 6 poin tersebut ialah,
"Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam,
yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu
penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan
mengucapkan Alhamdulillah bacalah yarhamukallah; bila dia sakit
jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya).”
Mengucapkan
Salam
Islam datang
untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan
bangunan yang tunggal dan menghindari faktor-faktor yang dapat menimbulkan
perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka
yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat
sucinya . Oleh karena itu awal pertemuan
dengan sesama muslim agar hati mereka terikat satu dengan yang lainnya hingga
timbulnya rasa saling menyinta dimulai
dengan mengucapkan dan menyebarkan salam.
Rosululloh sampai mengatakan,"Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling menyintai. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling menyintai? Sebarkan salam di kalangan kamu."
Salam yang
merupakan alat penghormatan kaum muslimin lebih menegaskan bahwa agama
mereka adalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam
(perdamaian) dan pencinta damai.
Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :“Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”
Dan seseorang
tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan
ucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan
sebelum adanya rasa aman.
Memenuhi
Undangan
Seorang
muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu
kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabda
Rasulullah saw :
"Penuhilah
undangan ini jika kamu diundang."
Undangan yang
diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar
kepada saudaranya yang diundang tersebut
sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan.
Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul,
begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan
seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang
seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Memberi Nasehat
Memberi
nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat
ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasehat yang tulus akan
berbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk kedalam relung hati yang terbuka
untuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan
apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak
diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan
sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw dan
riwayat Bukhori di bawah ini,
“Agama itu
nasehat” Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa ?” Beliau menjawab
: “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin”.
Mendoakannya
ketika bersin
Mendoakan
saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap
saudaranya,
sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya :
“Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan
mengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu Rahmat), ia
merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji
Allah dalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan
Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat
mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya
itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan
mengucapkan : Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah
memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).
Doa tersebut
cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa
menghendaki kebaikan bagi saudaranya.
Menjenguknya
ketika sakit
Merupakan
kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat
meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing.
Kedatangannya
hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Rasulullah
saw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan
menempatkannya di antara buah-buahan surga, sabda Rasulullah saw :
Sesungguhnya
seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada
di antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali (HR. Muslim).
Sangat indah
sekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak
luput balasannya di sisi Allah swt.
Mengiringi
jenazahnya
Persaudaraan
sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut
berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya
dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan
berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt
bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada
saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram :
Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah,
kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kamat.
Wallahu a’lam
bis Showab
-
Multazamah Website Team ©
-
Multazamah Website Team ©


No comments:
Post a Comment