Baca Juga
Ketahuilah Sahabatku! Sejarah yang selama 1 abad ternyata salah! Dan Ummat Islam dibodohi oleh orang Barat! Sebenarnya sudah sangat banyak sejarah yang masih orisinil diubah semena-mena oleh Barat saat ini.
Bukan Wright Bersaudara yang menemukan
pesawat pertama kali!
Wright Bersaudara, dua
orang Amerika Serikat yang dikenal penemu pesawat oleh ¾ manusia di seluruh
dunia ini, sudah didahului oleh Abbas Ibnu Firnas, Muslim dari Spanyol. Sir
George Cayley, Otto Lilienthal, Santos-Dumont, dan sebagainya dikenal berjasa
merintis dunia penerbangan hingga menjelma menjadi industry modern seperti masa
ini. Ternyata Ibnu Firnaslah orang pertama yang melakukan pendekatan sains
dalam mempelajari proses terbang dan konsep pesawat. Iapun layak disebut
sebagai manusia pertama yang terbang, ribuan tahun sebelum Wright Bersaudara
berhasil melakukannya.
Bukan Cristoforo Colombo alias Christopher Columbus yang menemukan
Benua Amerika!
Ia percaya bahwa Bumi
berbentuk bola kecil, dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh
melalui jalur barat. Oleh karena ia ia mencoba untuk mengarungi dunia untuk
melihat apa yang belum dilihatnya dan kemudian menulisnya dalam sebuah catatan
perjalanan. Namun, ia bukanlah penemu Benua Amerika pertama kalinya! Cheng
Ho lah yang penemunya. Muslim asal China Sekitar 70 tahun sebelum Columbus
menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Cheng Ho atau disebut juga Zheng He sudah lebih dulu
datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal
Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah
seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya
dan lantas mendapat perhatian besar.
Al-Jazari, Insinyur Mesin Pertama
Menurut Wikipedia,
Ismail Al-Jazari ini seorang Ilmuwan dari Al-Jazira, Mesopotamia,
yang hidup pada abad pertengahan. Dia adalah penulis Kitáb fÃ
ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) tahun
1206, di mana dia menjelaskan lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi
tentang bagaimana cara merakitnya. Dari beberapa karyanya, salah satunya adalah
jam gajah yang bisa mengukur waktu dengan akurat. Ia mempelajari
bagaimana air yang mengalir bisa digunakan untuk menggerakkan jam dengan
akurasi yang cukup tinggi.
Al Jazari juga ingin
mempermudah Ummat Islam berwudhu. Ini mendorongnya untuk membuat mesin pompa
air. Berkat Al Jazari, dalam catatan sejarah orang-orang di Turki
abad ke-12 mampu beribadah dengan lebih nyaman.
Al-Zahrawi, Sang Dokter Bedah dan
Ibnu Sina, Bapak Kedokteran
Coba tebak, siapa yang
merancang konsep pembuatan pisau bedah, bor, gunting, dan 200 lebih alat bedah
yang masih digunakan sampai sekarang? Ialah yang menemukannya! Jika tidak,
manusia hingga saat ini tidak akan bisa membuat pisau bedah dan sejenisnya, dan
kedokteran tidak akan berkembang! Buku Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas
az-Zahrawi atau Al Zahrawi yang berjudul Al Tasrif diterjemahkan oleh
Barat dan menjadi panduan operasi di sekolah-sekolah kedokteran selama
berabad-abad.
Demikian juga Ibnu Sina,
Ibnu Sina mampu melakukan berbagai operasi bagi orang yang
sakit. Salah satu yang terkenal adalah operasi tulang. Padahal ia hidup
di abad ke-11 saat teknologi belum semaju sekarang.
Karyanya Al Qanun fi
at-Tibb menjadi rujukan bagi dunia kedokteran sampai akhir abad ke-19. Buku ini
diterjemahkan menjadi Canon of Medicine dan menjadi dasar bagi kedokteran Barat
saat ini.
Ibnu Sina tidak
membatasi dirinya hanya dalam bidang kedokteran saja. Ia sangat prihatin
melihat takhayul dan mitos yang ada di masyarakat.
Ini yang mendorongnya
untuk mempelajari logika sains di balik fenomena alam. Ia mempelajari
asal-muasal air dan pembentukan awan. Ia membuat buku tentang batu dan mineral
serta meteorology. Ia mencari tahu bagaimana gunung terbentuk dan juga penyebab
gempa bumi.
Fathimah Al Fitri, Ibu Pendiri Universitas
Emansipasi wanita baru
ada di Barat abad 19. Sementara sejak Islam lahir, kaum wanita sudah menjadi
orang yang terpelajar dan terpandang. Contohnya saja Aisyah binti Abu Bakar.
Beliau merupakan salah satu orang yang paling banyak ditanya tentang masalah
kehidupan sehari-hari. Bukan hanya oleh wanita, banyak laki-laki yang
mengonsultasikan masalah padanya.
Tidak heran kalau 200
tahun kemudian, Fathimah Al Fitri bisa membuat universitas modern pertama di
dunia. Universitas ini ada di kompleks masjid Al Qawariyin di Fez, Maroko.
Sementara adiknya Maryam membuat universitas di Andalusia, Spanyol.
Kedua universitas ini
menjadi kiblat bagi dunia pendidikan modern. Bahkan pakaian mahasiswa ala
Fathimah Al Fitri masih dipakai sampai sekarang. Toga yang berbentuk segi empat
merupakan simbol dari Kabah.
Ibnu Al Haytham, Penemu Cara Kerja Optik
Pernahkah anak Anda
bertanya bagaimanakah kita bisa melihat? Bagaimanakah Allah membuat mata kita
bisa bekerja? Pertanyaan ini yang berhasil dijawab oleh Ibnu Al Haytham. Hasil
penelitiannya ini yang menjadi dasar kerja kamera yang ada di ponsel Anda saat ini.
Karya besarnya, Al
Manazir, diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi berjudul Book of Optics. Ibnu
Al Haytham dikenal di Barat dengan nama Alhazen. Ia sangat memengaruhi pola
pikir ilmuwan-ilmuwan Barat seperti Roger Bacon, Leonardo Da Vinci, dan
Keppler. Bahkan sampai sekarang isi bukunya masih sering dikutip oleh
professor-profesor sebagai karya yang masih akurat.
Penemuannya adalah
camera obscura. Cahaya yang menyinari lubang kecil di ruangan gelap akan
memproyeksikan film negatif, seperti kamera dan film di bioskop. Camera sendiri
berasal dari bahasa Arab “Qamara” yang berarti kamar.
Anak Anda senang
fotografi dan film? Ceritakanlah kisah hidup Ibnu Al Haytham, Sang Bapak Optik
Dunia.
Ibnu Battutah, Sang Penjelajah Dunia
Ibnu Battutah hidup pada
abad ke-14. Pada usianya yang baru 21 tahun, Ibnu Battuta berkelana selama 29
tahun. Ia telah mengunjungi 44 negara, mulai dari Afrika, Mesir, Suriah,
Persia, Teluk Arab, Anatolia, Turkistan, Afghanistan, India, Maladewa, Srilanka,
Bengal, Sumatera, Tiongkok, Sardinia, dan Spanyol.
Perjalanannya ini
bertujuan untuk berdakwah. Bukan untuk menguasai dan menjajah daerah yang ia
kunjungi. Ibnu Battutah menyebarkan kebenaran di tiap daerah yang ia kunjungi.
Dari petualangannya ini,
Ibnu Battutah membuat buku berjudul Ar-Rihlah. Dengan membaca buku ini, kita
bisa tahu sisi sejarah Islam yang sekarang sudah tertutupi.
Jabir Ibnu Hayyan, Pengembang Aroma
Parfum
Sudah sejak abad ke-8 ia
menyempurnakan proses pembuatan parfum. Ibnu Hayyan inilah yang membuat proses
sublimasi, pencairan, kristalisasi, distilasi, pemurnian, oksidasi, dan
berbagai percobaan kimia lainnya.
Koca Mimar Sinan Sang Arsitek
Sinan, arsitek besar
abad ke-16.
Sinan ini bernama
lengkap Koca Mimar Sinan. Ia berasal dari keluarga Kristen Ortodoks Yunani
namun mendapat hidayah dan masuk ke dalam agama Islam.
Sinan telah membangun
lebih dari 470 bangunan megah di zaman Turki Utsmani. Karya besarnya adalah
Masjid Selimiye di Edime. Masjid Selimiye ini memiliki menara antigempa
tertinggi di Turki.
Percaya atau tidak, Muslim adalah
penemu angka Nol
Masyarakat dunia sangat
mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar.
Namun, dibalik
kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil
pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin
Musa Al Khawarizmi.
Dia adalah seorang tokoh
yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum
terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa / Barat padahal sejatinya
banyak ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat.
* * *
Marilah kita ikuti langkah para tokoh besar Islam ini! Dan
mari kita kenalkan pada masyarakat para tokoh besar ini, dan jangan biarkan
Ummat Islam tertipu oleh jahatnya orang Barat.
-
Multazamah Website Team ©

No comments:
Post a Comment