Baca Juga
Tugas utama seorang pelajar adalah belajar. Belajar merupakan kewajiban baik bagi seorang muslim maupun seorang pelajar, bahkan negara kita Indonesia mewajibkan kita belajar. Universitas, tempat kita belajar dan menuntut ilmu, tempat kita menemukan spesialisasi kita, dalam hal ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting, baik bagi peningkatan kualitas diri maupun karir kedepannya. Tapi di tempat ini, apakah yang sebenarnya kita cari? Ilmu ataukah nilai?
Ada dua pandangan mengenai pendidikan,
Pertama, Pendidikan sebagai human capital. Hal ini berarti pendidikan sebagai modal dalam diri manusia. Kemampuan manusia meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan.
Kedua, Pendidikan sebagai screening device. Hal ini berarti pendidikan dijadikan alat untuk membedakan individu yang memiliki kemampuan tinggi dengan individu yang memiliki kemampuan rendah.
Banyak orang yang memandang pendidikan sebagai screening device, dimana orang-orang yang memiliki nilai dan IPK tinggi selama kuliah dianggap pintar dan hebat, sehingga banyak mahasiswa yang kehilangan fokusnya untuk lebih mengejar IPK dan nilai ketimbang ilmu yang dia dapat. Kita tentu wajib bersyukur ketika mendapat IPK yang bagus, apalagi sampai cumlaude. Apakah bersyukur semudah itu? Mungkin bersyukur di kala kita bahagia adalah hal yang mudah, tapi bagaimana dengan bersyukur di kala susah? Bagaimana juga bersyukur di kala IPK dan nilai yang kita dapat tidak sesuai harapan?
Dalam keadaan apapun, baik susah maupun senang kita harus tetap bersyukur. Janganlah sedih, apalagi hingga berkecil hati apabila nilai yang kita dapat selama masa pendidikan tergolong rendah. Karena apabila kita bersyukur, InsyaAllah akan ditambah oleh-Nya.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
(QS. Ibrahim : 7)
Memang benar bahwa bersyukur itu bisa menjadi mudah ataupun sulit, terkadang kita juga lupa untuk beryukur dikala bahagia. Terdengar lebih susah untuk bersyukur dikala sulit, padahal dibalik kesulitan yang kita hadapi, kita tidak tahu kebaikan apa yang terselip disitu. Maka dari itu, banyak dari manusia yang tidak bersyukur.
إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُون
"Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur"
(QS. Al-Baqarah : 243)
إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ
"Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)."
(QS. Yunus : 60)
Sungguh kita semua ingin menjadi golongan orang-orang yang senantiasa selalu bersyukur pada Allah agar ditambah kenikmatan yang diberikan-Nya dan terhindar dari azab-Nya yang pedih. Maka dari itu terdapat do’a yang dicontohkan nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an.
وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضٰ
ىهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَالصّٰلِحِين
"Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh"."
(QS. An-Naml : 19)
رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضٰىهُ وَأَ
صْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَوَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"."
(QS. Al-Ahqaf : 15)
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan penentu nasib. Kalimat tersebut mungkin ada benarnya, namun bukan berarti kamu harus bermalas-malasan dan tidak kerja keras. Lulusan dengan IPK rendah bukanlah momok yang menakutkan, dunia belum berakhir hanya karena kamu lulus dengan IPK yang tidak memuaskan.
Lulus dengan IPK rendah membuatmu perlu melakukan kerja keras yang lebih lagi demi membuktikan kualitas yang kamu miliki. Tak perlu minder kamu bisa melakukan hal-hal berikut untuk meningkatkan kepercayaan dirimu :
1. Miliki keahlian khusus
1. Miliki keahlian khusus
Dunia kerja saat ini tidak cukup bermodalkan ijazah saja. Kamu harus memiliki keahlian khusus yang membuat kamu dibutuhkan masyarakat. Keahlian khusus yang perlu kamu kuasai seperti keahlian kepemimpinan ataupun keahlian software.
Memiliki keahlian khusus ini bisa kamu dapatkan dari kursus atau belajar sendiri. Jika kamu punya keahlian khusus bisa lebih percaya diri lagi dan tentunya tidak minder dengan IPK yang kamu miliki.
2. Kuasai bahasa asing
Bahasa asing saat ini menjadi salah satu persyaratan penting yang diterapkan oleh hampir seluruh perusahaan. Penting bagi kamu untuk memiliki kemampuan dalam berbahasa asing seperti bahasa Inggris dan akan lebih baik lagi jika kamu bisa menguasai lebih dari satu bahasa asing.
3. Jaga hubungan baik dengan kawan lama atau senior di kampus.
3. Jaga hubungan baik dengan kawan lama atau senior di kampus.
Penting bagimu untuk menjaga hubungan baik dengan kawan lama atau senior di kampus. Mereka yang berhasil di dunia kerja tidak hanya mereka yang memiliki kecerdasaan di atas rata-rata melainkan mereka yang dapat bersosialisasi dan punya jaringan yang luas. Seperti pepatah Indonesia yang sering kita dengar, banyak kenalan banyak rezeki.
4. Bergabung dengan LSM
4. Bergabung dengan LSM
Bergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga bisa menjadi pilihan bagimu. Menjadi relawan atau staf di LSM tidak membutuhkan persyaratan IPK melainkan keinginan untuk bekerja dan membantu sesama. Bekerja di LSM tidak memiliki gaji tinggi? keliru, bahkan kini gaji para staff LSM bisa tergolong tinggi, apalagi jika LSM tersebut memiliki kerjasama dengan luar negeri.
5. Mendapatkan beasiswa ke luar negeri
5. Mendapatkan beasiswa ke luar negeri
Kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri bukan hanya milik mereka yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi. Kamu yang memiliki IPK rendah pun bisa mendapatkannya seperti kisah yang dituliskan Nurul Widyaningrum dimilis beasiswa Yahoo "Pengalaman saya dan juga kakak saya, IPK kami di bawah persyaratan adminsitrasi tapi kami masih bisa dapat beasiswa keluar. Saya sendiri mensiasati dengan pengalaman kerja dan publikasi, dan juga tentunya skor TOEFL/IELTS".
6. Melamar ke perusahaan yang tidak mensyaratkan IPK
6. Melamar ke perusahaan yang tidak mensyaratkan IPK
Siapa bilang memiliki IPK rendah membuatmu tidak dapat memperoleh pekerjaan yang menjanjikan? Mendapatkan IPK rendah bukan kutukan yang membuat kamu menyerah. Saat ini banyak perusahaan yang tidak lagi mensyaratkan nilai IPK sebagai hal utama dalam menerima pegawai seperti halnya yang dilakukan oleh perusahaan browser terbesar di dunia yaitu google.
7. Berwirausaha
7. Berwirausaha
Sekali lagi IPK bukan penghalang bagimu untuk memiliki karir yang cemerlang. Membuka bisnis sendiri alias berwirausaha adalah hal yang bisa kamu coba. Banyak tokoh-tokoh dunia seperti Bill Gates, Steve Jobs bahkan si pendiri Facebook memiliki latar belakang pendidikan yang kurang memuaskan.
Namun pada akhirnya bisa mendirikan perusahaan yang bernilai jutaan dollar. Kamu pun bisa mencobanya tapi tetap inget bahwa semuanya butuh kerja keras dan nggak ada yang instan.
Itu tadi hal-hal yang bisa kamu lakukan sehingga kamu tidak perlu khawatir lulus dengan memiliki IPK yang rendah selama kamu tidak menyerah dan selalu berani mencoba hal baru.
Namun pada akhirnya bisa mendirikan perusahaan yang bernilai jutaan dollar. Kamu pun bisa mencobanya tapi tetap inget bahwa semuanya butuh kerja keras dan nggak ada yang instan.
Itu tadi hal-hal yang bisa kamu lakukan sehingga kamu tidak perlu khawatir lulus dengan memiliki IPK yang rendah selama kamu tidak menyerah dan selalu berani mencoba hal baru.
Fungsi IPK itu cukup simple, kalau kamu dapat IPK rendah, itu bisa kamu jadikan motivasimu untuk ke depan, agar tidak mengulangi kesalahan ketika kamu mendapatkan IPK rendah untuk masa semester mendatang. Agar kamu bangkit dari IPK yang rendah itu supaya untuk kedepannya. Di saat kamu sudah berhasil dan mendapatkan IPK tak serendah masa lalu, pasti kamu akan bangga dan tidak pernah akan malu ketika ada orang yang bertanya Berapa IPKmu
Fungsi dan bukan fungsi tergantung dari perusahaannya sih tapi nyatanya sekarang banyak perusahaan yang melihat seseorang dari IPKnya.
IPK 40% bisa mensukseskan masa depan kita, kenapa begitu? Ya bayangkan aja IPKmu 3.80 tapi kamu tak punya hardskill untuk bekerja, maka secara jelas kamu akan dipecat dari perusaahan tesebut.
Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang selalu bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Hal ini juga menjadi motivasi bagi saya agar tetap besyukur dikala susah maupun senang. Bagi teman-teman yang masih punya IPK yang rendah saat kuliah, jangan berkecil hati. Mari kita tingkatkan kemampuan kita dengan ikhtiar dan do’a serta bersyukur atas segala pemberian-Nya, niscaya Allah akan menambahkan IPK yang akan kita peroleh nantinya. Dan yang tak kalah penting, semoga ilmu yang kita peroleh dari tempat kita belajar menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua.
Referensi :
- https://tampanable.blogspot.com/2014/01/ipk-rendah-gak-masalah.html
- https://quran.com
-
Multazamah Website Team ©


No comments:
Post a Comment